51. Maaf

1410 Kata

Risa menarik napas dalam-dalam kemudian mengembuskannya secara perlahan. Sebenarnya ia malas untuk sekolah, tetapi mau tidak mau ia harus datang karena akan ada praktik dari bidang olahraga. Suasana koridor sekolah tampak sepi karena jam pelajaran memang sedang berlangsung. Hanya ada beberapa murid dari kelas akhir saja yang berlalu lalang di sana. Gadis yang menguncir satu rambutnya itu tengah berjalan sendirian, ia berniat akan masuk kelas terlebih dahulu sebelum ke lapangan. Hari ini, perubahan mulai hadir dalam dirinya, lebih tepatnya dalam hidupnya. Mulai hari ini ia tidak akan menemui Arka, kecuali cowok itu yang menemuinya. Mulai sekarang ia akan menjauhi Arka, demi menuruti perintah si peneror itu yang semakin hari semakin menggila. Bayangkan, semalam Risa menemui peneror itu. N

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN