Pertandingan sudah berlangsung sejak sepuluh menit yang lalu. Saat ini masih belum ada yang memimpin, keduanya masih dalam skors kosong. Risa maupun Bianca, keduanya sama-sama cukup paham dalam mempertahankan dan merebut bola, tetapi masih kurang dalam melempar dan memasukkan bola ke dalam ring. Keduanya sama-sama kuat, tentunya dengan alasan yang sama juga. Antara kedudukan dan balas dendam. Pandangan Arka tidak lepas dari Risa. Berkali-kali cowok itu tersenyum seraya menggelengkan kepala melihat kemampuan Risa yang sudah cukup lumayan baginya. Semuanya cukup memukau bagi Arka, dari gerak-geriknya, cara mempertahankan bolanya, dan juga ekspresi gadis itu yang sungguh tidak bisa ditahan ketika bola yang dilemparnya meleset dari ring. Hanya satu yang sedari tadi ia herankan, kaki gadis i

