Risa menggelengkan kepalanya cepat. Tidak, tidak mungkin jika Irene melakukan itu semua. Ia sudah lama bersahabat dengan gadis itu, jadi, ini semua tidak bisa dibenarkan jika ia tidak melihat sendiri tindakannya. "Nggak mungkin, Ar! Dia nggak mungkin lakuin ini semua." Arka menghela napas dan menatap Risa. Bukan tatapan tajam, melainkan tatapan yang teduh dan mengisyaratkan kekhawatiran di sana. "Enggak ada yang nggak mungkin." Risa terdiam. Benar, memang tidak ada yang tidak mungkin. Tetapi apakah ini semua bisa dimungkinkan? Ia rasa itu sama sekali tidak bisa. "Nih," ujar Fano seraya menyodorkan sebotol air mineral kepada Arka. Arka menerima botol itu kemudian membuka penutup botolnya. "Minum dulu." Arka memberikan botol itu kepada Risa. Meskipun masih kesal, tidak ada alasan untuk

