“Uh, ternyata kamu ada di sini?” suara Langit yang tiba-tiba berada di Belakang Gendis yang tengah fokus membaca di perpustakaan sekolah. Segera ia duduk dihadapan Gendis, sambil menopang dagu dengan kedua tangannya. “Apa masih kurang waktumu untuk Ellajar?” tanya Langit heran. “Jangan memasang wajah sok imut seperti itu, menjijikan” cibir Gendis, menutup wajahnya dengan buku yang tengah dibaca. “Aku harus Ellajar dengan serius, sebentar lagi kenaikan kelas, nilaiku tidak boleh turun” terang Gendis. Langit mendecakan mulutnya, ia menurunkan buku yang menghalangi pandangannya pada Gendis. “Ada yang kamu inginkan? Apa yang kamu cita-citakan nanti?” Gendis tersenyum, matanya berbinar saat Langit bertanya hal itu. “Aku ingin me

