Motor yang dinaiki Bintang dan Gendis berjalan menyusuri jalanan Kota Bandung, kali ini Gendis mengizinkan Bintang untuk mengantarnya pulang dengan satu permintaan, yaitu mengajaknya berkeliling-keliling. Gendis tidak mau jika tiba di rumah nanti sang mama melihat matanya yang lebam akibat menangis. "Kamu tidak lapar?" tanya Bintang berteriak. "Sedikit" jawab Gendis melingkarkan tangannya pada perut Bintang, karena kecepatan motornya yang semakin meningkat. "Jangan terlalu kencang, aku belum ingin mati" pinta Gendis. Namun Bintang malah sengaja mempercepat dan membuat pelukan Gendis semakin erat. Disisi lain Langit yang kini tengah disibukkan dengan membawa barang Ellanjaan milik Ella merasa ada sesuatu yang janggal. "Ella, apa kamu sering Ellanja sebanyak ini?" tanya Langit yang meng

