Setelah memikirkan matang-matang, Gendis segera bangkit dari ranjangnya. Ia menuju meja rias dan mulai mencari-cari peralatan makeup nya. Meskipun jarang sekali ia pakai. Gendis mengambil bedak dan pelembab bibir. Ia menjentikkan jarinya, seolah menemukan ide lain saat ini. "Baiklah, mungkin saatnya aku mempunyai teman" ujar Gendis segera memasukkan bedak, pelembab bibir, sisir dan jepit rambut ke dalam tas sekolahnya. "Bersyukurlah kamu Ella, aku akan berteman denganmu!" gumam Gendis sambil meyakinkan hatinya 100 persen untuk berteman dengan Ella. Setelah menyelesaikan sarapan, Gendis segera menghampiri sang mama yang tengah menyiram tanaman di halaman Belakang rumah. "Gendis berangkat ya Ma" pamit Gendis mencium pipi mama singkat. Mama tersenyum, ia mencubit pipi Gendis gemas. "Uh, m

