Bab 6

809 Kata
Di putih abu abu kita lebih banyak tau apa itu arti teman, sahabat, keluarga, musuh, cinta dan yang namanya patah hati. Di masa ini kita harus bisa berpikir memakai logika dan perasaan. Gak mesti dengan berpatokan pada perasaan saja, tapi harus seimbang, berjalan secara seiringan. Karna di umur kita yang segitu, kita masih labil dan masih mudah terpengaruh dengan orang lain. Memang bener kata orang, di umur kita yang segitu banyak banget yang mengambil keputusan berdasarkan emosi sesaat. Karna di umur segitu emosi menguasai kita. Makanya kita harus bisa menyeimbangkan semuanya, jangan terlalu berpatokan akan satu hal tapi coba lah untuk mengeksplor diri dengan berbagai hal yang positif. Dan di putih abu abu juga kita belajar bersikap dalam berbagai hal, terutama tentang sikap kita dalam mengambil keputusan ke depannya kita mau jadi apa. Karena di sana lah perjuangan kita baru di mulai untuk kesuksesan kita di masa depan. Perjuangan kita masih panjang dan berliku. Jadi jangan senang dulu karna sudah selesai di putih abu abu, tapi berjuang lah menggapai cita cita mu setinggi apa yang kamu impikan selama ini. Dan setiap pilihan yang sudah diambil harus kita pertanggung jawabkan ke depannya untuk kebahagiaan dan kesuksesan diri kita sendiri. Di putih abu abu juga kita bisa mengenal yang namanya cinta pertama. Cinta yang bersemi di masa masa sekolah, cinta yang bersemi dimana kita baru beranjak dewasa. Kalau di masa putih biru, kata orang masih cinta monyet, masih cinta cintaan. Bener gak sih itu. Hehehehe... Cinta pertama yang dirasakan di putih abu abu pasti sebagian atau semua orang merasakannya tidak terkecuali. Aku pun juga merasakannya di masa itu. Berefek positif banget buat aku dalam menghadapi ujian akhir apalagi dengan banyak banget tugas yang harus dikerjakan, di tambah lagi dengan belajar tambahan. Dengan adanya seseorang di samping kita, bisa menjadi support system banget buat menghadapi semuanya dengan lapang d**a dan menjadi semangat tersendiri buat aku. Itu sangat indah menurut ku. Karena bisa membuat kita semangat dalam belajar, selalu ada yang memperhatikan kita, selalu menghibur kita di saat suntuk dan penat dalam pelajaran, pokoknya membuat happy. Betul gak sih apa yang aku bilang, pasti teman teman merasakannya juga kan. Hehehe.... Awalnya sih aku gak tau apa itu cinta pertama dan cinta sejati. Tapi setelah merasakannya sendiri baru aku tau. Rasanya ada yang beda di hati aku, aku merasa selalu ingin melihat dia, ingin dengar suara dia setiap hari, kalau gak ada kabar dari dia satu hari rasanya gak karuan, uring uringan, yang lebih parah malah gak bisa tidur di buatnya. Cinta pertama itu sulit untuk di lupakan, akan selalu tersimpan di dalam hati terdalam dan akan selalu teringat dan selalu berkesan ( bener gak sih apa yang author sampaikan ini, hehehe ). Walaupun kita sudah mempunyai pasangan baru di hidup kita, cinta pertama memiliki kesan tersendiri dan masih meninggalkan rasa di hati walaupun hanya kecil. Kalau kita membahas cinta pertama tak kan pernah ada habisnya sepertinya. Karena cinta pertama itu begitu berkesan di hati. Membuat orang yang merasakannya berbunga bunga, senyum senyum terus, pokokny terlihat happy. Masa putih abu abu sebentar lagi akan berlalu. Dimana detik detik perpisahan di masa putih abu abu akan meninggalkan kesan terindah. Lepas dari putih abu abu, kita akan melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi yaitu kuliah. Perjuangan untuk mencapai kelulusan baru di mulai. Persiapan yang diperlukan harus ekstra, apalagi aku yang berada di kelas IPA. Harus bener bener ekstra belajar lebih keras lagi. Akhirnya pelajaran hari ini selesai, saatnya untuk pulang. Kami pun bersiap untuk pulang ke rumah. Aku dan sahabat sahabat ku keluar kelas menuju gerbang, kemudian kami berjalan bersama sama menuju tempat angkot jurusan rumah kami. Setelah lima menit berjalan, kami pun sampai di tempat menunggu angkot. Tapi angkot yang kami tuju penuh dan kami harus menunggu lagi yang kosong. Karena tempat kami menunggu ini gabung sama sekolah lain, makanya angkotnya cepat penuh. Tidak lama menunggu, angkot yang kami tunggu datang. Kami pun berebut untuk naik ke dalam angkot sambil desak desakan dengan yang lain. Setelah penuh, angkot berjalan dan tidak lama kemudian angkotnya berhenti di tempat yang aku tuju. Aku pun turun terlebih dahulu dari sahabat sahabat ku dan aku berjalan sebentar menuju rumah. Beberapa menit berjalan, aku pun sampai di rumah dan aku langsung bergegas berganti pakaian dan makan siang. Kemudian istirahat sebentar, lanjut untuk mengerjakan PR yang di berikan guru di sekolah tadi. Semakin mendekati ujian, PR semakin banyak. Dan aku harus semangat untuk mengerjakannya dan semangat untuk belajar dengan giat. Tidak terasa hari sudah semakin sore, aku pun berhenti sejenak untuk membersihkan diri dan istirahat sebentar. Karena nanti aku harus melanjutkan lagi belajar untuk pelajaran besok. Seperti ini lah rutinitas ku selama mendekati ujian akhir ini. Semakin dekat semakin membuat deg degan, semakin panik. Panik nya bukan dalam segi panik yang gak bisa diam ya readers, tapi panik di sini seperti takut gak bisa jawab nantinya, terus banyak yang gak sesuai.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN