Bab 7

705 Kata
Hari berganti, aku menginap di rumah kak Indah. Karena kak Indah minta di temani. Karena ibu sedang ke luar kota untuk mengunjungi Abang dan kakak sepupu ku, jadi yang tinggal hanya bapak dan kak Indah aja di rumah. Kak Indah mengajak aku pergi jalan jalan bersama teman temannya. Aku kira teman yang di maksud bukan mereka, tapi aku salah ternyata kak Indah mengajak aku pergi bersama mereka. "Dek, ikut gak. Kakak mau pergi jalan jalan." kata Kak Indah "Memangnya mau kemana kak?" tanya ku sambil melihat ke arah kak Indah "Jalan jalan aja dek, kakak bosan seharian di rumah. Ayo siap siap dek kalau mau ikut." Kata Kak Indah sambil berdiri untuk siap siap "Iy kak, adek siap siap dulu." kata ku berdiri dan langsung mengambil handuk dan ke kamar mandi Aku pun mandi dan bersiap siap untuk ikut pergi bersama Kak Indah jalan jalan. Setelah kami siap, kami pun pergi mengendarai motor. Kak Indah mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. Setelah beberapa menit di jalan, kami pun sampai di tempat tujuan. Ternyata Kak Indah mengajak ke Matahari, ngajak ke tempat makannya foodcount. Kak Indah langsung berjalan ke arah tempat duduk yang sudah terisi beberapa orang. Ternyata mereka Hamid, Wijaya, Sopyan, Afiq. Aku kira siapa, ternyata mereka. "Sudah lama yank." tanya kak Indah "Belum yank, baru sampe juga yank. Hai..dek." kata bang Sopyan Kak Indah hanya mengangguk dan langsung duduk di sebelah bang Sopyan. "Hai juga bang." kata ku sambil senyum membalas sapaan bang Sopyan Aku pun juga ikutan duduk di sebelah kak Indah. Dan mereka pun mulai memesan minuman dan aku juga ikut memesan. "Jangan diam aja dek. Ikut cerita juga dong dek." kata bang Hamid sambil senyum "Iy bang." kata ku sambil membalas senyum bang Hamid "Kapan mulai ujian akhirnya dek?" tanya bang Hamid "Sebentar lagi bang, sekitar 2 bulan lagi lah kurang lebih." jawab ku "Setelah lulus mau ambil apa dek?"tanya bang Hamid lagi "Adek belum tau bang, kepengennya sih mau ambil dokter, tapi biayanya besar bang jadi masih bingung."jawab ku " Iy kalau dokter biayanya besar karena pakai praktek kan. Kalau jurusan yang lain gak begitu besar kalau untuk praktek. Mending ambil yang lain aja dek." kata bang Hamid " Bener itu dek apa kata Hamid, mending ambil yang lain aja. Lagian kalau ambil dokter harus keluar kan, di sini belum ada jurusan itu." kata bang Sopyan ikut komentar " Iy belum ada bang. Nanti lah di pikirin lagi." kata ku " Mending ambil ekonomi, Yah. Gak ada prakteknya, malah lebih cepat lulusnya. " kata Afiq " Kalau ekonomi gak lah, karena Abang sama mas sudah ambil ekonomi, masa Diah ambil ekonomi juga. Lagian mama juga minta jangan ambil ekonomi lagi biar serumah gak ekonomi semua." kata ku " Ya gak apa apa lah. Kalau mau ambil kyak kami mending gak usah, karena susah Yah." kata Afiq " Memang susah kenapa?" tanya ku bingung " Pokoknya susah lah kalau praktikumnya. Sebenernya bukan susah sih tapi ribet. Tu coba tanya sama Hamid, Sopyan, Wijaya. Pasti mereka bilang gak usah." kata Afiq sambil melihat ke arah Hamid, Wijaya, Sopyan " Iy dek mending gak usah dek. Praktikumnya susah dek, harus pagi-pagi ke pasar cari hewan untuk praktikum, terus ke kandang belakang pegang pegang kotoran sapi, masih banyak lagi lah pokoknya dek." kata bang Hamid menjelaskan " Iy dek mending gak usah, yang lain aja lah." kata bang Sopyan " Iy Yah, mending yang lain aja." Kata Wijaya ikut memberikan oendapat " Nah kan dengar sendiri apa kata mereka." kata Afiq " Oo gitu ya." kata ku sambil menganggukkan kepala " Kenapa gak ambil hukum aja dek? tanya kak Indah " Nanti lah adek pikirin lagi kak. Masih belum fix juga apa yang mau adek ambil, lihat pas daftar besok aja apa yang bisa diambil sama peluangnya." kata ku " Iy juga sih. Kalau peminatnya sedikit pasti keterima, tapi kalau peminatnya banyak ya sama aja dengan bohong kan." kata Afiq " Iy makanya lihat besok waktu daftar aja, yang mana peminatnya sedikit, yang jelas Diah gak di bolehin kuliah diluar." kata ku " Berarti harus semangat dek untuk lulus dan bisa masuk ke kampus kita." kata bang Hamid " Iy bang.." kata ku Mereka semua senyum ke arah ku dan mulai menggoda ku dan Afiq.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN