22 Mendadak aneh

1238 Kata

Menjelang pukul delapan, Irena menjadi perhatian saat mampir ke toko bunga milik Rose. Ketika melihat sahabatnya itu muncul dengan tergesa-gesa seolah menghindari sesuatu, Rose yang sedang mengemas bunga pesanan Irena yang biasa, tidak henti menyuarakan tanya, "Ada apa, sih?" Irena hanya membalas dengan gelengan dan senyum kikuk. Tangan lentik tanpa kuku panjang miliknya berkali-kali mengetuk permukaan konter yang membuat Rose lagi-lagi mengerenyitkan alis, tetap tidak paham mengapa tindak-tanduk ibu direktur dihadapannya kini membuat orang curiga. "Serius nggak apa-apa? Ada fans Mitsu yang ngincer?" Irena membalas dengan tawa tidak lama setelah ia menekan enam digit kata sandi kemudian bel toko berdenting dan sesosok pria tampan masuk sambil tersenyum semringah. Bayangan pria itu terp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN