Hari-hari yang lewat sudah berubah jadi minggu, dan hingga dua purnama berlalu, Natasha tampaknya hilang ditelan misteri, hingga membuat satu orang yang terus-menerus menantikan kehadirannya kini tampak seperti orang frustasi. Dia tahu dan menyadari, malam ketika dirinya mabuk, sesuatu terjadi di antara mereka berdua. Setidaknya, ia ingin bertemu Natasha dan mengatakan siap bertanggung jawab pada wanita itu. Hanya saja, ketika Natasha memilih untuk menghilang, Jullian merasa jalannya menjadi buntu. Selama berhari-hari ia berkeliling kota, tiap malam tentu saja, berharap kehadiran gadis cantik, well, dia sudah tidak gadis lagi, Jullian sudah sangat gila merusak wanita itu. Ya, dia amat berharap bahwa Natasha, dengan jaket lusuh, rambut pendek dan kacamata tebalnya akan muncul suatu malam

