Sejak Natasha mengaku kalau dirinya adalah Irena, Jullian hampir seperti orang gila. Di satu sisi ia merindukan wanita itu kala menjadi Natasha, gadis misterius dermawan nasi bungkus dan di sisi lain, fakta bahwa ia adalah mantan kekasih yang menyebabkan kakak satu-satunya pergi, membuatnya semakin benci. Tuhan sedang mempermainkannya, bukan? Tidak mungkin Natasha yang selalu mampir dalam pikirannya adalah Irena, si dingin kaku yang selalu gugup saat berada di dekatnya. Ia bahkan menyangkal semua itu, menolak mengingat lagi bagaimana momen Natasha melepaskan rambut palsu dan berdiri dalam diam sambil menunggu responnya. Mungkin dia mengira kalau Jullian akan terharu dan memeluknya, lalu mengucapkan kata-kata rindu dan cinta sehingga mereka akan berbaikan kembali? Sial! Pantas saja wani

