28 Belajar Bertahan

1138 Kata

Irena Rizaldi sedang memandangi pantulan tubuhnya sendiri pada kaca jendela besar yang menampakkan bagian atap rumah serta deretan gedung Jakarta di siang hari yang panas itu ketika Liz masuk dan mulai mengoceh tentang rekanan perusahaan Rizaldi yang pemimpinnya terus menelepon tanpa henti sejak pagi. "Dua Putri nelepon terus. Kamu serius nggak mau angkat, Ren?" Irena yang masih memandangi bayangan tubuhnya menggeleng pelan. Moodnya turun drastis sejak ia melihat kepergian Jullian yang meninggalkannya sendirian tanpa menoleh lagi. Walau tahu hal itu akan terjadi, tetap saja ia merasa sedikit pilu. Ia juga sadar, wajar bagi pria itu untuk merasa amat terkejut tapi juga tidak menyangka Jullian yang terus-terusan berkata bahwa ia akan bertanggung jawab malah berbalik pergi. Tidak masalah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN