Tyas masih membalut tubuhnya dengan selimut tebal. Kedua matanya masih menerawang langit-langit kamarnya. Suara pintu terbuka membuat Tyas menengok ke arah pintu tersebut. Ia melihat Bunda angkatnya sedang berjalan menuju Tyas sembari membawa nampan. "Sayang makan dulu yuk," ajak Nayang. Perempuan hamil itu meletakkan nampan di atas meja. Tyas mengangguk. Nayang menyuapinya dengan telaten. Setetes demi tetes air mata Tyas turun membasahi kedua pipinya. Nayang mengerutkan kening nya bingung. "Sayang kamu kenapa ada yang sakit?" tanya Nayang bingung. Tyas menggelengkan kepalanya. " Tyas ingat Ibu, dan nenek," ujar Tyas dengan suara parau. Nayang tersenyum dia memeluk tubuh Tyas. "Bunda kan sekarang Ibu Tyas." "Makasih Bunda," ujar Tyas membuat Nayang mengangguk. Ia melepaskan peluka

