36. Worry

1732 Kata

    d**a Anya terasa sesak sekarang. Pikirannya berkecamuk di tengah rasa pedih di sekujur tubuh yang ia rasakan. Ia harus memberikan jawaban pada Jacky yang menunggunya.     Jacky mencengkeram rahang Anya dan mengangkatnya tinggi. Membuat Anya kesulitan bernafas. Cengkraman tangan Jacky seolah mencekik lehernya. Tak terhitung berapa banyak air mata yang sudah jatuh dari pelupuk matanya saat ini. Nyawanya sekarang menjadi taruhannya. Jika ia menolak maka hidupnya akan habis saat ini juga. Tapi jika ia terima, ia akan menjadi penjahat yang sesungguhnya dan menyakiti pria yang dicintainya sendiri.     “Jadi apa jawabmu, Putriku sayang?”     Anya berusaha menampik tangan Jacky dari pipinya. Bukannya melepaskan cengkramannya, ia makin memperkuatnya. Anya meringis kesakitan. Ia terpaksa meng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN