Sehari sebelumnya, “AKU AKAN MEMBALAS DENDAM, ANYA! AKU AKAN BALAS DENDAM! CAMKAN ITU!” teriak Jacky saat ia diseret keluar. Ia berdecih dan memaki-maki apa yang sudah orang-orang itu lakukan padanya. Ternyata bukan hanya diusir, tapi mereka juga dengan berani memukul Jacky hingga pria itu sendiri babak belur. Setelah dianggap tak berdaya, orang-orang itu melepaskan Jacky. Pria itu berusaha berdiri dan dengan terhuyung-huyung kembali ke tempat persembunyiannya. Di dalam tempat itu, otak liciknya menyadari bahwa apa yang ia lakukan barusan pada putrinya ternyata memberikannya kesempatan emas untuk makin mendekatkan dirinya pada tujuannya. Rivaldi. Ada sebongkah rasa bersalah di hatinya ketika melihat putrinya tak berdaya di hadapan matanya akibat semua pukulan yang ia be

