Karena waktu tidak pernah bisa diputar ulang maka kata-kata penyesalan akan selalu datang belakangan. Semua kesalahan terjadi begitu saja dan tanpa sadar bahwa kita tidak akan pernah punya kesempatan membatalkan apa yang sudah terjadi. Yang tersisa hanyalah penyesalan. Rivaldi merosot di depan pintu kediamannya sendiri. Hatinya bagai tercabik-cabik. Seluruh hal yang ia berusaha jaga ternyata ia rusak sendiri akibat keputusan bodohnya. Keputusan untuk meninggalkan cintanya dari istrinya dan berpaling pada Anya. Sebuah hal yang mungkin terlihat wajar tapi ternyata keputusannya itu membuat dunianya terasa jungkir balik sekarang. Mungkin inilah hukuman Tuhan baginya. Kesepian. Kini rumah besar itu tampak kosong. Sama seperti hatinya yang saat ini kembali hampa. Tak ada canda tawa Becca sepe

