“Anya telah pergi.” Kata-kata Becca terus terdengar di telinga Rivaldi. Hatinya terasa pedih sekaligus kehilangan seseorang yang selama ini memenuhi pikirannya. Bagaimana bisa Anya mengakhiri semuanya ini begitu saja dan secepat ini? Ia tahu hubungan terlarang ini memang harus berakhir. Tapi berakhir dengan cara ini dan secepat ini sungguh di luar dugaannya. Ia tidak siap. Ia menyandarkan kepalanya ke atas bantal sambil menutup matanya. Merasakan semua rasa pening dan kepalanya yang terasa berat. Ia merasakan kehilangan. Tidak peduli apa kata orang bahwa pria tidak boleh menangis, Rivaldi tidak mampu lagi membendung rasa kehilangan yang ia alami sekarang. Hatinya teramat sangat pedih dan ia belum bisa menerima kepergian Anya yang terasa begitu cepat. Gadis itu akhirnya

