57. Last Present

1788 Kata

    Pedih dan panas terasa di area punggung Rivaldi. Belum lagi rasa nyeri di area wajah dan bibirnya yang bengkak karena pukulan-pukulan Jacky waktu itu. Ia meringis saat membuka matanya. Menyadari sinar matahari-lah yang membangunkannya dari tidurnya. Ia menggerakkan jemarinya tapi terasa ada yang menahan tangannya. Ia sedikit mengangkat kepalanya dan melihat sesosok perempuan tertidur dengan memegangi tangannya. Sementara lengannya sendiri menjadi bantal.     Lupakan semua rasa sakit yang menderitanya, ia hanya ingin mengelus pucuk kepala wanita itu. Putrinya sendiri. Becca. Ia tahu Becca pasti mencemaskan dirinya saat ini. Ia bisa membayangkan bagaimana paniknya Becca saat mendapatkan kabar dari rumah sakit tentang kondisinya waktu itu. Pergi dengan baik-baik saja, pulang dengan babak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN