Derap kaki Becca terdengar di sepanjang koridor rumah sakit. Ia berlari dengan sangat cepat dan dalam kondisi yang sangat panik. Ia mendapatkan kabar dari pihak rumah sakit bahwa ayahnya dirawat di rumah sakit karena terkena luka bakar yang cukup parah di sekujur tubuhnya. Becca terus berlari tanpa mempedulikan kondisinya yang sedang hamil muda dan kakinya yang berdarah karena pecahan gelas kaca yang dijatuhkannya akibat terkejut. Tanpa ia sangka ayahnya baru saja meregang nyawa malam itu. Pantas saja ketika ia menghubungi Rivaldi beberapa jam yang lalu pria itu tidak mengangkat panggilannya. Ia terus mencoba menghubungi Rivaldi tapi tak ada jawaban. Saat itu hatinya terasa tidak tenang dan entah mengapa firasatnya mengatakan ada hal buruk yang baru saja terjadi pada ayahnya.

