100 menit sebelum kejadian “ANYAAA!!! APA YANG KAU LAKUKAN PADANYA, JACKY! JANGAN SAKITI ANYA ATAU KUPASTIKAN NYAWAMU AKAN MELAYANG MALAM INI!” Rivaldi panik, marah dan kuatir sekaligus karena Jacky pasti menyakiti Anya. Ia tidak menerima semua perlakuan buruk pada Anya. Ia memaki-maki Jacky dengan sepenuh hati. Jantungnya sudah berdetak tak karuan, panas dalam hatinya sudah membara dan matanya berkilat penuh amarah sekaligus kuatir pada Anya. Ia membanting setirnya ke bahu jalan dan melampiaskan emosinya dengan menggebrak kaca jendela mobilnya sendiri. Pikirannya terasa berkecamuk dan diliputi amarah yang begitu berat. Ia tidak mampu berpikir apa-apa lagi. Ia harus menyelamatkan Anya entah apapun caranya. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ke GD Corp.

