Bab 26 : Darah Murni dan kekuatan K

1537 Kata

Akasia menggeliat dalam tidurnya, seperti biasanya. Cahaya putih yang menyambut pelupuk matanya saat terbuka. Akasia tersenyum, menghirup udara segar ini dengan rakus. Akasia mendudukkan diri lalu menekuk ke dua lututnya, lengannya Ia tumpukan pada ke dua lututnya. "K?". Tidak ada jawaban, tapi Akasia yakin jika sekarang Ia sedang berada di dalam kamar K. Hanya menunggu sampai cahaya menyilaukan itu perlahan hilang, dan saat ini Akasia lebih memilih untuk menutup matanya saja. Cahaya di balik kelopak matanya mulai berkurang, dan Akasia juga mulai membuka matanya. Awan putih bersih terlihat dari ranjang K, Akasia turun dari ranjang lalu ke arah jendela. Akasia menatap bawah, Akasia tidak tahu Ia ada di lantai berapa sekarang. Yang jelas dari tempatnya berdiri saat ini begitu tinggi saat I

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN