Akasia terus menggenggam tangan dingin K, pria itu sama sekali tidak merespon apa pun yang Ia lakukan. Air mata tidak bisa lagi keluar dari pelupuk mata Akasia, namun dari semalam hingga sekarang di negeri Bintang yang sudah kembali malam. Akasia sama sekali tidak menutup matanya, Ia terjaga dan terus mencoba membangunkan K nya. "K." suara Akasia begitu serak karena Ia sama sekali tidak minum atau makan apa pun setelah tiba di negeri Bintang. Akasia mencium genggaman tangan mereka, berharap K merasakan kehadirannya. Tidurnya K tidak ada yang mengetahui, hanya Altar dan tabib dari negeri Bintang yang tahu. Altar tidak ada di sini sekarang, karena pria itu sedang mengurus kerusakan yang terjadi. Akasia tidak tahu kerusakan negeri Bintang akibat ulahnya, Altar langsung membawanya ke kamar K

