Bab 24 : Langit menghitam

1768 Kata

Akasia menatap langit malam dengan dua kaleng soda yang telah kosong dan juga satu kaleng lagi ada di tangannya. Anjar ada di tempat duduk yang sama, namun sama sekali tidak bisa mencegah segala tindakan Akasia. Anjar khawatir dengan Akasia, namun Ia terlalu takut untuk membuat Akasia pergi jika Anjar melarang Akasia meminum minuman bersoda itu. Anjar melapas jaketnya, memasangkannya pada Akasia yang kedinginan. Gadis itu hanya memakai kaos lengan pendek dengan celana jeans panjang. "Makasih Kak." Anjar hanya mampu tersenyum. Mereka ada di sebuah bangku taman, taman masih ramai di jam 8 malam ini. Anjar melihat langit yang jauh lebih menarik bagi Akasia, Bintang sama sekali tidak ada. Hanya cahaya bulan dan itu terlihat aneh di mata Anjar. "Bintang sama sekali tidak ada malam ini." uca

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN