Bab 23 : Benar-benar sendiri

1433 Kata

Akasia tiba di Bumi tepat pukul 5 sore, sepanjang perjalanan pulangnya. Akasia sama sekali tidak mengeluarkan suaranya, bahkan saat Altar berpamitan padanya pun Akasia hanya diam saja. Akasia membuang asal ponsel yang selalu ada di genggaman tangannya. Tubuhnya begitu saja Ia lempar ke ranjangnya, air mata tiba-tiba leleh begitu saja. Kenapa Ia merasa terkhianati oleh K? Apa sebegitu pengaruhnya K pada hatinya? Akasia membuang nafas kasar lalu membalikkan badannya yang tadi tengkurap lalu terlentang. "Hah, Kamu berbohong K. Bukankah seharusnya Kamu dari awal terbuka padaku?" Akasia menatap langit-langit kamarnya lalu berdecak. Mengusap air matanya, terlebih lagi sekarang perutnya merasakan lapar luar biasa. Akasia bangun dari berbaringnya lalu melangkahkan kakinya ke arah dapur. Melihat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN