Baru dua jam bekerja, tubuh Kinan sudah terasa pegal. Ditambah dengan matanya yang ingin sekali terpejam. Pasti ini karena semalam tidak bisa tidur dengan nyenyak. Pikirannya selalu terbang, berkelana ke rumah yang jauh di sana. Dia tidak bisa memejamkan mata di saat baru saja membaca pesan dari adiknya. Jelas di rumahnya terjadi kekacauan. Si pelaku malah tidak diketahui keberadaannya. Kinan tidak tahu jam berapa akhirnya dia bisa tidur semalam. Yang jelas di atas jam dua belas malam. Sangat larut dan jadilah di pagi hari dia mengantuk berat. "Kayanya harus buat kopi nih. Enggak kuat sih kalau sampai istirahat nanti. Masih ada sekitar dua jam. Bukannya ini kerjaan selesai, yang ada malah gua yang tidur." Sambil menguap, Kinan bangkit. Berjalan menuju dapur yang terletak di lantai yang s

