"Nan, bisa bicara sebentar kan? Ini penting," ucap Kelvin begitu melihat Kinan yang tidak jauh darinya. Bergerak mengejar langkah gadis itu. "Nan, kasih gua kesempatan. Ada yang perlu gua bicarakan dengan elu. Ini, penting." Melangkahkan kaki makin cepat mengikuti langkah kaki Kinan juga yang makin kencang. Ke sekian kalinya, pria yang sama mengajukan pertanyaan yang sama juga. Dia Kelvin. Setelah kemarin sudah Kinan tolak mentah-mentah dan mendapatkan kalimat menyakitkan dari Linda, pria itu tidak menyerah juga. Tetap datang dan memohon agar Kinan mau memberikannya kesempatan berbicara. Entah apa yang dibicarakan, namun menurut pria itu penting. Sepenting apa sampai mengabaikan apa yang sudah diperbuatnya sendiri? Atau malah itu hanya alibinya saja agar Kinan mau memberikan kesempatan?

