"Lin, gua harus bagaimana dong?" tanya Kinan putus asa. Bagaimana tidak putus asa jika Kelvin, mantan kekasihnya mengikuti dan memaksa untuk bisa bicara. Kinan sudah begitu kesal dan jelas terganggu. Ingin sekali meneriaki pria itu untuk berhenti dan enyah sejauh mungkin. Tapi yang dilakukan, Kinan hanya diam seakan menerima semua yang pria itu lakukan. Jujur, Kinan ingin menghentikan itu semua. Tapi tidak tahu harus memulai dari mana. "Sumpah, bisa-bisa gua gila tahu. Rasanya kaya punya penguntit. Hampir selalu ada dia di mana pun gua ada. Gua berharap kalau enggak sampai datang ke kos an." Jangan sampai itu terjadi. Kinan takut jika malah terjebak dengan pria itu. Siapa tahu jika pria itu nekat dan malah menyakitinya. Kinan tidak selalu berada dalam keramaian di mana dia bisa meminta tol

