Berkali-kali mengucap syukur dalam hati. Entah kebaikan apa yang sudah Kinan lakukan sebelumnya sampai dia bisa seberuntung ini. Ingatannya kembali pada beberapa jam yang lalu. "Nan, aku mohon sekali saja beri kesempatan untuk aku bicara. Janji enggak akan lama," mohon pria yang ternyata mengikutinya sampai kos. Tempat yang dulu sering didatangi untuk sekedar melepas rindu atau menjemput kekasihnya. Tidak, dia tidak sampai masuk kamar karena peraturan ketat yang melarang siapa pun pria masuk melewati pintu utama. Hanya bisa mencapai teras depan yang sudah disediakan meja dan beberapa kursi. Biasa digunakan pria yang berkunjung. Jika tamunya wanita, tidak berlaku lagi peraturan itu. Memejamkan matanya erat. Kinan sudah menebak jika cepat atau lambat pria itu akan mendatangi tempat tingg

