Kinan mengerjapkan matanya beberapa kali. Memastikan nama yang dia baca sudah benar. Bagaimana tidak heran jika sudah dua hari ini, pria yang mengiriminya pesan sama sekali tidak ada kabar. Kinan paham, dia tidak pantas mengharapkan itu. Memang dia siapa kan? Kedatangannya ke sini juga benar untuk memastikan kondisinya baik. Setelah dia baik, ya tidak ada urusan lagi. Tapi lihat, sekarang dia mengirimkan pesan. Dia, pria yang belakangan mampu memporak porandakan perasaan. Pria yang selalu saja berkutat di pikiran padahal Kinan sendiri berkali-kali mengusir. Kalian benar jika menebak Bian lah orangnya. Setelah berpapasan tanpa sapaan atau sekedar senyuman, pria itu sama sekali tidak menyapa walau melalui pesan singkat. Ya, setidaknya dua hari dia menghilang. Sekarang, datang dengan pesan y

