Namamu, telah terukir di lubuk hatiku yang terdalam. Hingga kupastikan, tak ada satu orang pun Yang mampu menggantikanmu di posisi itu. *Daniel Gornovsky* *** Lia menatap lekat manik-manik mata Daniel yang kini berdiri tepat di hadapannya. Daniel melangkah mendekat ke arah Lia. Lia terkesiap melihat Daniel yang berlutut di hadapannya, sembari menggenggam tangannya. “Elly, don't leave anymore, stay with me.” Daniel menatap Lia penuh harap, sedangkan Lia, lidahnya terasa keluh tak bisa berkata. “Elly, apa kau ingat? Dulu kau pernah memanggilku dengan panggilan ‘Daniela', dan kau selalu memanggilku ‘Kak Nila'. Saat itu aku tidak suka dengan panggilan itu, tapi kau terus-terusan memanggilku seperti itu.” Lia terdiam mencoba mengingat. *** “Kak Nila!” Elly berlari mengejar Daniel yan

