Setelah di paksa dengan Riana, akhirnya di sinilah Bella berada, di taman kota, ikut berlari dengan Riana. Eh... Tidak, gadis itu hanya berjalan saja, sesekali mencabuti daun di tanaman yang berjajar di setiap sisi jalan sebagai pagar. Riana yang sudah berlari cukup jauh darinya menoleh dan berdecak, Bella masih tertinggal di belakang, hingga membuat Riana mau tak mau kembali berlari ke belakang. “Kau lama sekali,” gerutu Riana. “Aku sudah bilang, aku tidak semangat. Tapi kau masih saja memaksaku.” “Ayo, kita duduk di dulu.” Riana akhirnya membawa Bella untuk duduk di rumput hijau yang terawat dengan baik. “Kau masih memikirkan Devon?” “Aku merasa bodoh karena mau saja menunggunya. Seharusnya aku sadar, kami tidak memiliki hubungan istimewa. Jadi seharusnya aku tidak menunggunya

