Riana hanya bisa terdiam saat mendengar racauan Bella yang tak jelas. Yang pasti saat ini gadis itu sedang merasakan sedih karena Devon, cerita lebih jelasnya, Riana tidak tau, karena setelah berkata bertemu dengan Devon, Bella langsung saja meneguk minuman beralkohol. Dan kini gadis itu sudah mabuk dan terus saja meracau tanpa henti. “Ayo, kita pulang saja Bella.” Bella mengangkat kepalanya cepat menatap Riana dengan tatapan kaget. “Jangan, aku bisa di bunuh dengan ayahku kalau tau aku mabuk.” “Lalu untuk apa kau mabuk?” “Tentu saja karena aku patah hati dengan pria tiang listrik itu.” “Jadi, kau akan tidur di mana malam ini?” “Rumahmu. Memang siapa lagi?” Bella terkekeh. Sementara Riana hanya bisa menghela nafas pasrah. “Bella, aku bersumpah, mulai detik ini akan melarangmu min

