“Elly, aku mencarimu selama ini,” ujar Daniel. Lia tertegun mendengar ucapan Daniel. Dia tidak bisa berkata-kata lagi, kenyataan ini sangat tidak dapat di percaya, susah payah ia melupakan Daniel selama ini, tapi makhluk itu dengan mudahnya datang menemuinya dengan tampang yang sama sekali tidak merasa bersalah. “Apa semua ini rencanamu?” tanya Lia kemudian. Daniel mengerutkan dahinya, kemudian ia menyeringai. “Aku sangat merindukanmu, Vellia” “Apa yang kau inginkan?” tanya Lia lirih. “Aku hanya mencari Elly-ku.” “Elly-mu? Sejak kapan aku menjadi Elly-mu? Apa kau tidak ingat berapa kali kau mengusirku? Caramu selalu sama, dan penyebabnya selalu sama.” “Kenapa kau tidak bilang kau adalah Elly?” Lia tersenyum sinis. “Untuk apa?” “Setidaknya kau sangat berarti untukku.” “Set

