18. Undangan

1259 Kata

Setelah bertemu dengan Lia, dan mendengar kata-kata Lia yang berhasil menohok hatinya, Daniel kembali ke apartemennya. Berdiri di balkon, sembari mengusap wajahnya gusar. Saat ini, Daniel benar-benar merutuki dirinya sendiri. Bagaimana bisa ia membuat kesalahan. Memecat sekretaris terbaiknya hanya karena masalah pribadi. Daniel menghela nafas panjang. Bahkan di saat ia ingin mendapatkan Lia kembali. Tak ada satu orang pun yang mau membantunya. Termasuk Dila dan Tian. Sepertinya Daniel terlalu lembek menjadi atasan mereka semua, sehingga dengan kompaknya mereka menolak perintah Daniel dengan begitu mudahnya. Daniel merogoh saku celananya, mengambil benda pipih, mengetik sesuatu, dan menempelkannya pada telinga. Nada tunggu terdengar singkat, karena sang empu pemilik nomor sudah mengangk

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN