Bella berusaha mengabaikan ketukan pintu dari arah balkon kamarnya, dia sudah tau siapa dalang pengganggu waktu istirahatnya. Ya, siapa lagi kalau bukan Devon. Dua hari telah berlalu, selama itu pula Devon selalu datang di tengah malam, memanjat balkon kamar Bella. Alasannya? Bella sendiri tidak tau. Pria itu terlalu misterius untuk Bella yang terlalu to the point. Mungkin jika Bella menceritakan ini pada Riana, gadis itu tidak akan percaya, mengingat Devon adalah pria dingin, bahkan saat sekolah dulu dia sampai di juluki Ice Man dengan satu sekolah. Tapi lihatlah apa yang dia lakukan saat ini? Bahkan Bella sendiri tidak habis pikir. Tok! Tok! Tok! Bella menutupi telinganya dengan bantalnya rapat. Tidak menghiraukan ketukan itu yang semakin keras saja. “Tapi kalau aku tidak buka, bisa

