Keesokan harinya, setelah Riana bertemu dengan pria angkuh yang dia klaim sebagai pelanggan setia di restoran itu. Kebetulan hari ini Riana mendapatkan shif siang, jadi setelah dia sampai, Riana segera mengerjakan pekerjaannya. Riana yang sedang membersihkan meja terkejut dengan kedatangan Dawin yang tiba-tiba. Riana tersenyum sopan pada Dawin. Begitu juga dengan Dawin. “Riana kau bisa membantuku untuk membereskan meeting room? Karena sore nanti akan ada yang menyewa ruangan itu.” “Oh, baik, Pak.” Setelah menyelesaikan membersihkan meja, Riana segera mengikuti Dawin. Di lorong menuju ruang meeting, Dawin menghentikan langkahnya, otomatis Riana pun berhenti. Dawin membalik badannya menatap Rania dengan tatapan yang tak bisa terbaca, namun gadis itu mulai waswas, di saat Dawin melangka

