Lia menautkan kedua alisnya. "Sella atau Saila??" tanya Daniel lagi. “Sella atau Saila?” Ulang Lia, yang mendapat anggukan dari Daniel. “Maaf, Sir. Saya tidak mengerti dengan maksud anda.” “Jangan berkilah terus menerus, Vellia. Kemarin saya melihat kau bersamanya.” *** Saat itu setelah meeting di kantor client, Tian mengajak Daniel untuk makan malam di salah satu resto yang berada di mall. Tatapan penuh puja dari kaum hawa membuat Tian terlihat percaya diri. Lain halnya dengan Daniel. Daniel terlihat risi. “Kau tau, tidak, kenapa mereka melihat kita seperti itu?” Tian mengernyit. “Kenapa?” “Kau tidak sadar? Kita seperti pasangan gay.” Tian terkejut lalu menjaga jarak dari Daniel. “Kau sangat menjijikkan, Daniel.” “Walaupun aku gay, kau bukanlah tipeku, Tian.” Tian mendelik

