bc

Now I am Married

book_age18+
25
IKUTI
1K
BACA
love after marriage
friends to lovers
goodgirl
powerful
confident
sporty
neighbor
sweet
campus
athlete
like
intro-logo
Uraian

Nuna adalah seorang mahasiswi di universitas Swasta di Bandung, ia memiliki hobi bermain basket. Bahkan salah satu keinginannya menjadi atlet basket nasional putri. Tapi semua itu tidak berjalan mulus tentunya, karena Nuna harus menikah sebelum dia bisa menjadi atlet basket. Menikah dengan siapa Nuna? dan kenapa dia bisa menikah cepat?

chap-preview
Pratinjau gratis
Part 1 Kekagetan di Pagi Hari
                  “Nuna, cepat bangun.”  Ucap ibu sambil membangunkan Nuna yang masih terlelap.                 “Kenapa bu.” Ucap Nuna sambil mengucek matanya.                 “Ayo kamu bersih-bersih dan jangan lupa berdandan ya.” Ucap ibu                 “Kenapa sih bu, buru-buru banget.” Ucap Nuna sambil tetap berada di kasur.                 “Kamu akan tau kalau kamu bangun.”                 Ibu pun meninggalkan Nuna. Nuna kini sendirian dikamar. Nuna berusaha menebak, karena tidak biasanya Nuna dibangunkan sepagi ini.  Nuna ingat kalau hari ini bahkan hari minggu. Harusnya dia dibolehkan bangun tidak sepagi ini. Nuna pun melangkahkan kakinya, untuk bersih-bersih. Setela bersih-bersih Nuna merias wajahnya, seperti permintaan ibunya. Nuna pun berbicara pada dirinya yang ada di kaca.                                                           “Nuna Seli kamu cantik sekali.” Ucapnya memuji diri sendiri.                 Nuna terus melihat dirinya yang terlihat cantik hari ini. Nuna sebetulnya tidak suka berdandan, untuk Nuna terlihat natural dengan tidak make up itu lebih baik. Nuna pun turun ke lantai 1. Nuna turun dengan langkah gemetar,  ibunya tidak pernah main rahasia padanya, dan ini kali pertama, tentu mengkagetkan bukan. Nuna pun melihat ibu telah siap, ibu menggunakan kebaya putih, dan batik yang senada dengan kebayanya, lalu Papa udah siap dengan jasnya.                 Nuna pun terus bertanya-tanya dan semakin ingin tahu mau ada acara, atau perayaan apa. Sayangnya Nuna tidak berani bertanya langsung, karena pasti percuma, orang tuanya tidak akan memberitau.                                “Nuna, kamu siap kan?” Tanya ibu sambil memperbaiki konde yang ada di rambutnya                 “Iya bu.”                 “Ayo kita berangkat?”                 “Berangkat kemana bu, pah?”                 “Oh iya kita belum memberitau ya.”                 “Ke rumah Frengky Jeff.”                 “Loh mau ngapain.”                 “Kita diundang.”                 Nuna pun nurut pada ibu dan papanya. Nuna kaget karena ia diundang keluarga Frengky Jeff, Frengky Jeff adalah laki-laki yang dikenalnya sejak kecil, maklum mereka tetanggaan, Nuna dan Frengky udah lama saling bermain, dan bahkan berkuliah di universitas yang sama. Seingat Nuna, Frengky tidak memiliki perayaan atau pun hal yang perlu dibuat acara seperti ini. Nuna pun tidak sabar bertemu Frengky dan bercerita padanya tentang sikap aneh orang tuanya.                 Nuna dan keluarga tiba di depan rumah Frengky jarak rumah mereka kurang lebih 100 meter, Bibi pembantu Frengky pun membukakan pintu dan mempersilakan Nuna dan keluarga masuk. Setelah masuk ke rumah Frengky. Nuna melihat seisi rumah Frengky yang penuh orang.                 “Kenapa di rumah kamu ramai sekali?” `               “Kamu gak tau?”                 “Gak, aku beneran gak tau.”                 “Kakak tiri aku mau menikah.”                 “Oh kamu ada kakak tiri?”                 “Bukan Nuna kalaun gak lupa.”                 “Jangan ngejek kek Frengky.”                 “Yaudah nikmati acaranya ya.”                 Nuna pun mengeleng-gelengkan kepalanya, karena ia kira ia yang akan dinikahkan, Nuna pun lalu menceritakan dugaannya pada Frengky. Nuna mengajak Frengky ke kebun bunga di rumah Frengky. Karena Nuna takut ada yang mendengar percakapan mereka.                 “Frengky maaf aku ngajak kamu kesini.” Ucap Nuna                 “Kamu mau cerita sesuatu.”                 “Iya kamu kalau denger jangan ketawa ya?”                 “Kamu tau gak, aku kira yang dinikahkan itu kita?”                 “Hahaha, kamu kenapa pingin banget nikah.”                 “Ya anehlah, tiba-tiba dibangunin diminta dandan.”                 “Eh iya aku juga lupa undang kamu langsung, pasti kaget banget.”                 “Kalau kita menikah kamu mau?”                 Pertanyaan itu buat Nuna kaget setengah mati, pertanyaan yang tidak tau harus dijawab, atau tidak Nuna pun memilih mengganti topic obrolan mereka.                 “Bunganya bagus ya.”                 “Kamu jangan suka ganti topic dong, jawab dulu, mau atau gak?”                 “Gak lah, kan kita friend, dan inget kita gak boleh menikah.”                 “Itu kan aturanmu, bukan aturanku.”                 “Kenapa serius, kan aku Cuma cerita dugaanku.”                 “Yaudah yuk ke dalam lagi.”                 Nuna dan Frengky masuk ke dalam rumah, dan mereka menyaksikan akad nikah yang dibaca oleh kaka tiri Frengky, Hilman Jeff. Frengky udah dari kecil dikenal Nuna, tapi Frengky tidak terbuka tentang rumah tangga orang tuanya. Ia penutup tentang itu, wajar jika Nuna kaget melihat Frengky memiliki kakak tiri.                                 Setelah acara akad mereka pun bersalaman, Nuna dan Frengky pun saling berfoto bersama pengantin. Nuna lega karena dugaannya jelas tidak bakal terjadi. Nuna dan Frengky tidak mungkin menikah, karena kita tau kalau kita tidak saling suka.                 Nuna dipanggil ibunya, serta papanya. Nuna pun menuju ibu dan papahnya. Ibu dan papahnya bermuka serius. Nuna tidak suka karena ini adalah keadaan yang menegangkan. Di ruang tamu udah ada mama dan papanya Frengky. Bunda dan dady nya Frengky memanggil Frengky juga.                 Nuna dan Frengky sekarang udah ada di ruang tamu, Dady dan bunda Frengky menceritakan kenapa  Nunda dan Frengky dipanggil.                 “Setelah kami bicara kami ingin kalian bersatu.”                 “Bersatu?”                 “Bersatu yang kita inginkan adalah menikah.”                 “Menikah?”                 Nuna dan Frengky saling tatapan. Nuna pun menyela orang tua mereka                 “Aku menikah dengan orang lain kan bukan dengan Frengky?”                 “Aku juga kan menikah dengan orang lain kan?” Tanya Frengky                 “Tidak, kami ingin kalian berdua menikah.”                 “Menikah? Kami masih mahasiswa, kami belum lulus                 “Kami tidak peduli, kami ingin kalian menikah.”                 Nuna dan Frengky pun tidak bisa membantah keinginan orang tua mereka. Frengky pun pamit mengajak nuna untuk ngobrol. Orang tua mereka membolehkan.                 “Nuna, kamu pasti kaget.”                 “Aku kaget banget, tapi tunggu kamu pasti udah tau ya? Kamu kan udah menyinggung tentang pernikahan.”                 “Tidak, aku Cuma bercanda, tapi aku gak tau ini bakal seperti ini.”                 “Aku gak tau kenapa mereka pingin kita menikah.”                 “Aku juga, aku bahkan tidak tau kalau mereka mau kamu menjadi menantunya.”                 “Kita harus bagaimana Frengky aku mau jadi atlet aku mau lulus dulu.”                 “Aku tidak bisa membantah orang tuaku, bagaimana kalau kita menikah, untuk formalitas, tapi bukan nikah kontrak.”                 “Menikah untuk formalitas, di depan orang tua kita saja?”                 “Iya di depan orang tua kita saja, kalau di luar kita bebas?”                 “Iya aku setuju.”                   Hari pernikahan pun tiba, Nuna dan Frengky akan dinikahkan , Frengky akan membaca akad, untuk menikah dengan Nuna, tidak pernah Nuna kira, bahkan ini seperti bom yang benar-benar buat Nuna mau mati. Nuna tidak kuat menahan sesak nafas, dan ketidakikhlasan yang merajai. Nuna belum mau menikah sekarang, tapi kini Nuna harus rela menikah.                 Frengky membaca akad dengan lancar, dan semua tamu undangan berteriak girang, Frengky dan Nuna telah sah. Frengky ganteng sekali, dengan setelah jas putih serta Nuna cantik sekali dengan kebaya putih. Frengky dan Nuna pun bersalaman dengan tamu-tamu. Orang tua mereka pun bahagia. Frengky dan Nuna diminta untuk tinggal di rumah Frengky, karena rumah Frengky dan Nuna belum jadi.  Nuna dan Frengky pun pura pura girang. 

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Orang Ketiga

read
3.6M
bc

Jodoh Terbaik

read
183.1K
bc

Dear Pak Dosen

read
434.2K
bc

Stuck With You

read
75.9K
bc

I Love You, Sir!

read
270.4K
bc

Skylove

read
115.1K
bc

DIA UNTUK KAMU

read
39.9K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook