"Rafa sekolah dulu sama Tante Diana, Mama." Aku melambaikan tanganku pada Rafa, melihat bocah kecil yang sebentar lagi berusia lima tahun itu naik di bonceng Diana. Yah, biasanya Ayahnya yang mengantarkan Rafa sekolah, dan sekarang dia harus aku titipkan pada Diana, sahabatku yang tiba-tiba aku telepon dan pasti datang dengan wajah penasarannya itu hanya bisa menelan kecewa karena melihat seorang Ibu Persit anggun yang membuatnya urung bertanya padaku apa yang sudah terjadi. Semenjak aku menikah, di saat Mas Dika tidak ada tugas keluar kota, aku nyaris tidak pernah menginap di rumah orangtuaku, tidak pernah juga aku meminta tolong Diana untuk antar jemput aku atau Rafa, biasanya Mas Dika yang melakukan semua itu, tentu saja dengan semua hal yang di saksikannya membuat tanya di kepala

