Part 44

1035 Kata

"Jangan terlalu lama marah dengan Dika, dia merana tanpa kamu dan putra kalian. Percayalah, dia terlihat menyedihkan sekarang." Kalimat dari Vira tadi terus menerus berkelebat di benak Hanum, menghantuinya dan membuatnya merasa bersalah karena sudah bersikap kekanakan dengan meninggalkan rumah di saat rumah tangga mereka sedang bermasalah. Kemarahan sudah tidak menguasai Hanum, sedari awal rasa kecewa dan cemburu yang mendominasi hatinya Hanum, hormon Ibu hamil membuat hal sederhana yang bisa di bicarakan baik-baik menjadi begitu keruh dan runyam. Dan setelah beberapa saat tidak bertemu Dika, hati Hanum yang sudah tenang mulai bisa berpikir jernih. Bukan hanya Dika yang merana, tapi dirinya sendiri juga menderita secara hati berjauhan dengan suaminya, di saat hatinya sedang mendidih k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN