Di malam hari, Lili sekali lagi bersiap-siap. Diogo, yang sudah mempersiapkan diri, mengagumi prosesnya. Dia mengenakan pakaian dalam berwarna hitam dan dengan hati-hati memilih pakaiannya dari dalam koper. Dia memilih rok hitam dan blus dengan transparansi yang halus di sekitar area perut. Setelah selesai berpakaian, ia mengenakan sandal datar, merias wajahnya dengan riasan tipis, dan menyemprotkan parfum. "Aku sudah siap," katanya. "Kau terlihat cantik," Diogo memujinya. "Terima kasih. Kau juga terlihat tampan," katanya sambil mendekat ke arahnya. Dia kemudian duduk di pangkuannya dan dengan penuh kasih mencium pipinya. "Kau terlihat tampan dengan pakaian formalmu, tetapi dengan pakaian yang lebih kasual ini, kau memiliki aura yang santai dan menawan, seperti kucing." "Aku menghargai

