Keesokan harinya, perjalanan pulang berjalan dengan lancar, dan tak lama kemudian mereka tiba di depan gerbang rumah. Saat mereka mendekat, mereka melihat sebuah mobil terparkir tepat di depan. "Wow, kita baru saja sampai, dan sudah ada tamu yang menyambut kita," kata Lili sambil bercanda. "Tidak," jawab Diogo. "Apa kau membeli mobil baru?" tanya Lili. "Ya, tapi bukan untukku," jawabnya. "Hah, lalu untuk siapa?" Lili bertanya-tanya. "Ini untukmu, Lili," jawabnya. "Serius?" seru Lili tak percaya. "Ya," Diogo menegaskan. Lili memeluknya erat-erat dan menghujani pipinya dengan ciuman. Namun, secara kebetulan, salah satu ciuman mendarat di sudut bibirnya, sebuah kecupan lembut. "Maaf, aku tidak... oh Tuhan, mobil ini indah sekali," Lili berhenti sejenak, sejenak teralihkan oleh tinda

