Part 27

1309 Kata

Adhiti menggeleng pelan, wajahnya nampak murung. Hasil yang dia harapkan. Tidak sesuai dengan pikirannya. Jari manis Adhiti yang terluka akibat tusukan pisau dari Jehan. Adhiti rutin ke fisioterapi. Setelah melakukan pembedahan kepada jarinya. "Pelan pelan," ucap Theo menyemangati putrinya saat Adhiti berusaha menggenggam jari kanannya. Senyuman kecil terukir di sudut bibirnya. Walau sedikit kaku, tapi lebih baik dari sebelumnya. "Tidak apa apa, daddy." Kata Adhiti. "Masih kaku?" Tanya Theo lagi. "Sedikit, tapi lebih baik dari sebelumnya." Melihat rona wajah bahagia putrinya. Maka hati Theo ikut bahagia. Setidaknya tangan kanan Adhiti berfungsi seperti biasa. Tidak seperti banyangan mereka sebelumnya. "Untung yang tertusuk di dekat jari manis. Setidaknya tidak menggangu Adhiti menul

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN