Andrew terlihat mengendap-endap seperti seorang pencuri. Pria rupanya menuju ke sebuah kamar di bagian belakang dapur. Kamar tidur yang hanya berukuran 3x3 meter itulah yang menjadi tujuan kunjungan Andrew. Klek Andrew mengesah kesal. Narsih lagi-lagi mengunci pintu kamarnya seperti sebelum-sebelumnya. "Sih? Narsih...ini aku, Endu." Bisik Andrew menempelkan mulutnya hingga mencium daun pintu. Namun tak ada balasan. Ia yakin Narsih pasti belum tidur, itu terlihat dari lampu yang masih menyala di dalam kamar gadis itu melalui jendela kaca samping. "Sih..kalau kau tak membuka pintunya maka aku akan dengan senang hati mendobraknya. Lalu akan kukatakan jika kau telah mencuri beberapa barang pribadiku. Aku yakin mama akan langsung memec_cat_mu..." kalimat terakhir yang Andrew ucapkan terputu

