Carter berjalan penuh percaya diri. Pria itu bahkan menebar senyuman sepanjang koridor hingga mencapai ruangannya berada. Kristin menatap sang atasan dengan tatapan tak terbaca. Gadis itu masih tak percaya dengan perubahan drastis sang direktur yang kian hari kian alay menurutnya. Sisi menakutkan dari ciri khas seorang Carter telah lenyap tak bersisa. Mungkin hanya puing-puingnya saja, karena terkadang pria itu masih suka bersikap arogan sewaktu-waktu. "Kristin, siapkan agenda rapat dengan para dewan." Titah Carter langsung duduk di kursi kebesarannya. Kristin yang memang mengekori Carter dari luar ruangan, mulai membacakan sederet agenda yang akan Carter lakukan hari ini. "Stop! kenapa kau membacanya seperti sedang mengikuti lomba membaca? apa kau sedang mencari kesalahanku agar tak

