Di sinilah mobil yang tadi menjemput Pelangi. Ada dua pasang mata yang tengah mengawasi rumah sederhana yang terlihat sedikit tidak terawat bagian halamannya. Terlihat beberapa pot bunga yang tergolek begitu saja. Beberapa masih ada tanamannya sisanya hanya tanah kering dan pohon bunga yang mati dan layu. "Apa rumah ini tak berpenghuni?" gumam Mentari membuat Pelangi tersenyum simpul. "Kita akan tau setelah kita bertamu ke sana sayang. Ingat kehamilanmu masih rentan. Biarkan ini menjadi bagian ibu, kau hanya perlu duduk diam dan menyimak. Ibu tak ingin terjadi sesuatu pada cucu ibu." Nasihat Pelangi mengingatkan. "Lalu? apa yang akan ibu lakukan terhadap wanita bi nal itu?" tanya Mentari menatap sang ibu dengan tatapan menyelidik. Ibunya adalah tipe wanita yang sabar. Ia tak ingin kesab

