Bab 52

1773 Kata

Drex masih bergeming, pria itu sibuk mengaduk jus buah alpukat tanpa berniat untuk meminumnya sama sekali. Carter tak berkomentar, ia ikut bungkam sebelum sang mertua membuka suara. Terdengar suara deheman berat dari mulut Drex. Pria terlihat memperbaiki posisi duduknya yang tadi sedikit miring. "Kau pasti penasaran dengan apa yang kemarin terjadi, bukan?" Carter mengangguk cepat. Seulas senyum penuh makna tersungging di bibir Drex. "Kedua wanita kesayangan kita rupanya memiliki intuisi seorang detektif yang luar biasa." Drex terkekeh kecil, ia merasa konyol karena tak dapat memahami bahasa tubuh yang istrinya perlihatkan pagi itu. Bagaimana Pelangi nya mampu bersikap seperti tak terjadi apa-apa. Memberikannya senyum terbaik sebelum wanita itu melakukan hal paling dahsyat sepanjang per

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN