Setelah tak ada lagi gangguan dari hama, kehidupan Mentari dan keluarga kecilnya semakin menuai banyak kebahagiaan. Berbeda dengan kehidupan Sely serta sang anak. Selena akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya, setelah berjuang selama dua bulan melawan kanker serviks yang ia derita. Sely dengan segala kerelaan hati, mencoba untuk mengikhlaskan putri semata wayangnya. Setumpuk sesal menubruk relung hati Sely. Andai ia tak ikut menjerumuskan Selena dalam lembah dosa, mungkin kini kehidupan putri serta cucunya berjalan penuh dengan kebahagiaan. Namun sayang sesal hanya tinggal sesal. Mentari dengan lapang hati memaafkan segala kesalahan Selena semasa hidupnya. Dan berniat untuk mengadopsi Cayla. Namun Sely menolaknya dengan segala rasa hormat. Ia sudah kehilangan putrinya, ia tak ingin
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


