Bab 46

808 Kata

"Maafkan mom sayang, gara-gara tua Bangka itu mom jadi terlambat datang kemari." Ujar Claudia mengusap lembut pipi bulat sang menantu kesayangan. Pemandangan tersebut membuat sebongkah hati meradang. Dirinya yang membukakan pintu utama malah di sangka pelayan baru. Padahal penampilannya tak menggambarkan kelas seorang pelayan. "Tak apa mom, akulah yang merasa bersalah karena telah meminta mommy untuk menginap di sini. Daddy pasti kesepian di mansion utama," sahut Mentari tak enak hati. "Tak apa sayang. Saat mendapatkan kabar darimu, dad langsung meminta mom bergegas kemari. Tapi pria tua itu tak mau rugi. Mom harus membuatnya kenyang untuk seminggu ke depan." Cerita Claudia frontal. Mentari yang mulai terbiasa tak lagi merasa heran. Namun Selena merasa jika Claudia adalah tipe wanita b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN