Tubuh Carter membeku, menatap wajah yang selama ini ia rindukan namun coba ia tutupi dengan segenap ego di hati. Sedangkan Mentari sama sekali tak peduli, wanita itu berjalan anggun menuju sebuah patung manekin yang terpasang sebuah gaun pesta yang sangat indah. Dan tentunya dengan harga yang cukup fantastis. "Hai paman! kita bertemu lagi... apa paman sedang membeli celana untuk menggantikan celana yang ku kotori tempo hari?" Carter terkesiap mendengar suara celotehan lucu dari mulut Laxa. Da da nya berdesir hangat. Wajah oval, kedua mata bening dengan iris kecoklatan menyerupai matanya. Carter tertawa lirih dalam hati. Bagaimana bisa ia tak bisa langsung mengenali putrinya sendiri. "Hai juga princess...da...paman sedang mencari jas." Carter salah tingkah kala ia hampir saja kelepasan

